Kenapa Saya Setuju Jika Website Pemerintah Menggunakan CMS?

Beberapa hari yang lalu saya membuat sebuah artikel “Website Pemerintah menggunakan CMS?“. Sengaja saya memberikan interval yang lebih lama sebelum tulisan ini dipublish, dengan harapan saya ingin mengetahui tanggapan dari rekan-rekan blogger. Namun sayangnya tidak banyak komentar yang saya temui disana berbeda degan komentar yang ada di kaskus. Kenapa pindah ke kaskus?

Sebenarnya artikel sebelumnya mirip dengan salah satu trit (bingung nulisnya gimana) di kaskus bahkan ide tulisan tersebut muncul setelah membaca sebuah trit di kaskus. Sayangnya diskusi yang saya temui disana berjalan tidak baik, banyak yang hanya berani meninggalkan umpatan/cemoohan yang tidak mempunyai dasar yang kuat. Dan kebanyakan kaskuser disana berdiskusi dengan tidak sehat.

Saya sendiri merupakan salah satu orang yang tidak mempermasalahkan jika website pemerintah menggunakan CMS. Bukan karena saya seorang birokrat sehingga saya sangat setuju jika website pemerintah dibuat menggunakan CMS. Ada beberapa alasan sehingga saya sangat setuju jika website menggunakan CMS antara lain:

  • Bagi saya bagus tidaknya website yang dibuat bukan dilihat dari bahasa pemrograman apa yang dibuat namun seberapa banyak informasi yang berguna yang bisa diberikan oleh sebuah website
  • Memudahkan orang yang mengelolah website tersebut. Saya sendiri pernah merasakan bagaimana mengelolah sebuah website yang tidak dibuat dengan CMS. Dan memang agak menyulitkan untuk mengelolah website yang dibuat bukan dengan menggunakan CMS. Akan membutuhkan waktu yang lama untuk melatih seorang admin jika website yang dibuat tidak menggunakan CMS sehingga otomatis akan menambah biaya.
  • Ini yang mungkin tidak diketahui oleh banyak orang . Sebenarnya hampir semua website tersebut terdapat subdomain-subdomain yang mengarah ke aplikasi yang bersangkutan dengan instansi pemilik website. Contohnya website milik departemen kesehatan (ada beberapa link subdomain yang tidak ditampilkan ke publik). Berbagai subdomain dari website ini menuju ke berbagai aplikasi kesehatan yang diisikan oleh setiap pengelolah data di kabupaten kota seluruh Indonesia yang langsung terhubung dengan pusat data yang ada di ruang presiden. Para pengelolah data yang ada di tiap kabupaten kota juga dilengkapi dengan berbagai sarana pendukung baik IP phone maupun jaringan internet (kebetulan saya salah satu pengelolah data kesehatan di kabupaten). Bahkan kedepannya ada rencana dari kementrian kesehatan untuk membuat aplikasi yang langsung diisi oleh pengelolah program kesehatan yang ada disetiap puskesmas. Jika pembiayaannya cukup besar, apakah hal ini masih harus diperdebatkan?
  • Banyak website pemerintah asing yang menggunakan cms… Contohnya berbagai website pemerintah asing yang dibuat dengan cms joomla bisa lihat disini

Oh ya bro, setahu saya website gedung putih juga dibangun dengan engine CMS drupal. Bagi saya yang terpenting adalah bagaimana informasi dalam sebuah website disajikan, berita yang ada up to date sehingga masyarakat bisa mendapatkan informasi yang bermanfaat. Atau mungkin bro punya pandangan yang lain?

Advertisement

21 Responses to “Kenapa Saya Setuju Jika Website Pemerintah Menggunakan CMS?”

  1. 01/06/2011 at 14:20 #

    Menurut saya tergantung dari fundingnya mas bro… IMHO, kalau punya dana gede, kenapa gak pake aplikasi yang dibuat sendiri/ekslusif? Atau bisa saja membeli site engine premium yang punya kelebihan daripada CMS gratisan.
    :travel

    Tapi menggunakan CMS gratisan juga its OK, Joomla misalnya yg memiliki kemudahan di sisi site admin dan user juga kemudahan security update. Kan gak lucu kalau website resmi pemerintahan kebobolan gara-gara developer engine berhenti merilies security update (untuk CMS cekak). Kekurangan pada segi prestise karena menggunakan CMS gratisan bisa diakali dengan menutup akses untuk user yg mau ngintip merek site engine… kwkwkwk

    • 02/06/2011 at 22:29 #

      Aplikasi memang dibuat sendiri bro… Cuma diletakkan disubdomain..

  2. 01/06/2011 at 18:11 #

    Setuju mas.. mending pake CMS Joomla atau WordPress…
    toh yang penting isinya.. daripada mahal2 tapi gak pernah diupdate hehehe

    • 01/06/2011 at 18:12 #

      o ya, maaf saya pake link url postingan mas.. baru mau belajar seo πŸ˜€

  3. 01/06/2011 at 18:12 #

    woah… saya pikir tidak harus pake cms. pake web biasa juga boleh. bukan berarti web tanpa cms tidak bagus! hemm… yang penting isinya selalu update dan ramai di kunjungi, itu saja.. πŸ˜€

  4. Kaget
    01/06/2011 at 22:08 #

    Web pemerintah setidaknya harus bisa bersaing dengan web dalam negri lainnya. Tak sembarang sehingga terkesan sudah informatif πŸ˜€

  5. Ferry
    02/06/2011 at 00:35 #

    kalo saia sih berpendapat sama seperti mas Eserzone.
    Saia beri lampu hijau kalo mau make CMS.
    Toh sudah banyak bukti nya website pemerintah yang menggunakan CMS.

    dan saia terkejut, ternyata Gedung putih pake Drupal yah? wahh sepertinya sudah saatnya muali pelajari drupal n joomla hehehe

  6. Guusn
    02/06/2011 at 07:30 #

    kalau saya sih setuju saja mas selama website itu bermanfaat memberikan informasi kepada masyarakat.

  7. 02/06/2011 at 12:07 #

    Yep Point number 2 explain a lot to my question on previous post πŸ™‚ that’s explain well enough tho πŸ™‚

  8. Nurul Imam
    02/06/2011 at 22:37 #

    Percuma aja Website Pemerintah pake CMS Gratisan … Tetep Aja bayarnya milyaran {Karea DI Bodohi Sama Yang Ngusrusnya}

    • 03/06/2011 at 20:42 #

      Jangan terlanjur melemparkan statement seperti itu bro. Banyak juga kok website pemerintah yang dibuat dengan dana yang minim namun dengan hasil yang bagus. Kalaupun dibiayai dengan anggaran hingga miliaran rupiah saya rasa hal itu wajar-wajar saja bro. Contohnya untuk website departemen kesehatan. memang kelihatan simple untuk domain utamanya, tapi kalau bro lebih teliti diwebsite tersebut terdapat beberapa subdomain yang berisi berbagai aplikasi kesehatan yang diisikan oleh petugas pengelolahdata di tiap propinsi/kabupaten kota seluruh Indonesia. Bahkan di tiap kabupaten kota disediakan alat (koneksi internet) dan IP phone dan juga petugasnya diberikan honor. Saya sendiri ngga tah biaya yang dikeluarkan saya rasa wajar-wajar saja jika menyedot anggaran hingga miliaran rupiah. Dan saya sendiri merasa website tersebut mempunyai andil yang besar dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan maupun pengambilan keputusan walaupun harus diakui masih terdapat beberapa kelemahan tapi sedang diperbaiki oleh kementrian kesehatan

  9. Ronny Dee
    03/06/2011 at 15:34 #

    Sebagus apapun websitenya kalau cuma pencitraan doang sementara pemerintahnya nggak transparan, tegas dan nggak mau dengarkan rakyat sama aja. Yang penting di websitenya pemerintah ada contact yang bener-benar memfollow up keluhan rakyat.

  10. Hendro Prayitno
    03/06/2011 at 19:23 #

    hehehehe..lucu juga, ane ngurusin tuh..hehe..

    Walaupun ga pake CMS ntar yang jadi CMS juga..
    CMS ntu kan content manajemen sistem.

    Mereka ntu team..coba liat white house, NASA, situs pemerintah mexico.. mereka pakai drupal ko..hehe
    Biar loe buat dari awal seperti asp.net atau semacam framework sebangsa CI tetep aja ujung2nyas jadi CMS..kl wp and joomla kan karena dah terkenal aje..

    Dan udah ada fitur ntu aje ko yang namanye CMS buat mudah aje..

    • 03/06/2011 at 20:47 #

      Benar juga bro, walaupun ngga pake joomla, wordpress, drupal toh website yang dibuat kebanyakan menggunakan yang gratisan. Bahasa php dan asp juga kan gratis πŸ™‚
      Oh ya bro teman saya ada yang mau belajar pake drupal… nanti saya rekomendasikan ke blognya bro hendro

  11. 13/06/2011 at 10:43 #

    Untuk efisiensi waktu dan energi, menggunakan CMS (yang sudah jadi) tentu lebih baik. Tapi itu tergantung lagi pada tingkat kekompleksan atau tingkat kerumitan website yang akan dibangun. Kemudian tergantung lagi pada skill pengembang yang akan terlibat. Toh, dengan CMS yang sudah jadi dan gratisan pun, kita tetap bisa menambahkan berbagai fitur atau aplikasi (setahu saya sih). Tapi ini cuma komentar sok tahu saya bro.

    • 13/06/2011 at 12:19 #

      Benar bro, sebenarnya untuk berbagai aplikasi ditambahkan disubdomain. Cuma kebanyakan pengunjung tak mengetahuinya yang tahu hanya pengelolah yang dipercayakan seperti apa yang ada di website kementrian kesehatan

  12. Purwanto
    14/06/2011 at 18:18 #

    Apapun websitenya, yang terpenting adalah konten…. wadah bisa pakai apa saja asalkan pengunjung bisa me navigasi isi web dengan mudah.
    Bro Eser pengelola SIKNAS ya… salam kenal dari Ngawi

    • 15/06/2011 at 19:12 #

      Benar bro, saya pengelolah data SIKNAS online kabupaten.. Bro juga pengelolah SIKNAS ya? Salam kenal dari blogger manado

  13. 15/11/2011 at 22:30 #

    Setuju banget jika website Pemerintah pake CMS jomla atau WP
    Soalnya keterbataan tenaga IT daerah sangat minim
    Terus aplikasi untuk script sendiri juga masih kebigungan dan terantung dengan webmaster
    Lagian apa sich yg mau di bobol dari situs pemerintah yang hanya menyajikan informasi seputar kegiatan utamanya Pemda.
    Kalau ada yg kerjain berarti kurang kerjaan !
    Saya juga membaca sebuah artikel (saya lupa linkx) perusahaan2 besar Amerika sendiri sudah lebih memilih WP, daripada bayar mahal buat script mending di pakai buat bayar iklan berpromosi !

  14. 24/10/2012 at 18:51 #

    Setuju saya. yg penting dalam suatu website informasi yg informatif dan bisa di pertanggung jawabkan, kemudian mampu merespon aspirasi masyarakat yg skrang melek internet. sehingga masyarakat bisa dengan mudah berkonsultasi. dalam contoh, sangat banyak tuh website yang punya kontak form, setelah memberi pesan tidak di tanggapi. sperti rumah sakit, dalam hal ini juga mungkin web pemerintahan. saya meyakini apapun itu jeni cmsnya apabila dana pemerintah di anggarkan untuk pengurus web (Admin) dan juga mengelola (PROGRAMMER) web, saya rasa isu hack tidak akan sulit untuk di perbaiki karena ada team internal yg mengurusi website. tidak seperti skrang yg kadang admin saja mungkin tidak ada…

    Dan satu pertanyaan kenapa ya banyak yg menggunakan joomla untuk web pemerintaah ketimbang wordpress, mungkin mas tau? hehehe

  15. rijal
    18/03/2014 at 00:15 #

    setuju juga sih, klo website pemerintah menggunakan cms dari instant framework semisal drupal, joomla atau wp. pada dasarnya kan untuk meminimalisir anggaran untuk pembuatan website serta biaya maintenance. hanya saja beberapa orang (developer) memanfaatkan cms yang gratis itu dengan tidak bertanggung jawab. dimana biayanya bisa bengkak hingga ratusan juta rupiah, padahal biaya sewa hosting setahun dan template premium hanya di kisaran 2 hingga 4jt rupiah saja. kecuali jika developer memang menyertakan aplikasi berbasis web seperti data pegawai atau yang lainnya.

Leave a Comment

3+2