Penjelasan Mengenai Enam Etika Menulis Komentar

Artikel ini sebenarnya merupakan sambungan dari artikel sebelumnya yakni enam etika menulis komentar yang wajib anda ketahui. Makanya ada baiknya sebelum membaca artikel ini ada baiknya bro membaca terlebih dahulu artikel sebelumnya yakni enam etika menulis komentar yang wajib anda ketahui.

Artikel ini memberikan penjelasan mengenai keenam poin pada artikel enam etika menulis komentar yang wajib anda ketahui. Penjelasan ini tidak saya tuliskan langsung keartikel yang bersangkutan karena saya berpikir bahwa artikel tersebut akan menjadi panjang dan saya sendiri merupakan seorang yang paling ngga suka membaca artikel yang terlalu panjang :hammer

Tanpa basa basi lagi silahkan simak penjelasan mengenai enam etika menulis komentar (ini jika bro belum memahami keenam poin pada artikel sebelumnya)

  1. Gunakan identitas yang jelas ketika berkomentar. Identitas yang jelas yang saya maksudkan adalah nama yang bro gunakan ketika ingin berkomentar. Penyebab blogger lain menggunakan nama yang tidak jelas menurut saya ada dua yakni pertama ingin mendapatkan backlink dengan kualitas yang bagus (nama komentator sesuai dengan kata kunci yang dibidik apalagi yang sedang mengikuti kontes SEO), dan yang kedua adalah sang blogger meninggalkan komentar dengan agak keras/berupa kritikan sehingga sang blogger tidak berani meninggalkan identitas yang jelas. Kalau kita berani mengkritik orang otomatis kita juga harus berani mempertanggungjawabkan krtikan kita jangan bersikap seperti pengecut yang hanya berani lempar batu sembunyi tangan. Perlu kita ingat bahwa untuk blog wordpress setiap komentar yang kita tinggalkan akan meninggalkan IP yang bisa diketahui dan dilacak oleh pemilik blog. (Saya sendiri lebih senang jika melayangkan krtikan lewat kontak form yang tersedia tentunya dengan menggunakan identitas yang jelas).
  2. Jangan meninggalkan link yang tidak ada hubungannya dengan artikel yang akan kita komentari. Kebanyakan pemilik blog tidak menghendaki jika di kolom komentar terdapat link ke blog lain. Untuk mencegah adanya link dalam komentar para narablog ada yang menggunakan plugin yang akan untuk mencegah komentar yang mengandung link bahkan yang lebih kejam ada narablog yang menghapus komentar yang mengandung link. Makanya ada baiknya jika dalam setiap komentar yang kita tinggalkan tidak disertakan link ke web/blog kita sehingga kita tidak dianggap sebagai SPAMMER.
  3. Jangan berkomentar tanpa membaca posting. Terkadang karena waktu online yang mepet atau sudah tidak terlanjur setuju dengan judul artikel yang berbau kontroversi, ada beberapa blogger yang langsung memberikan komentar negatif. Hal ini sering saya jumpai pada tulisan blogger penyebar ajaran sesat. Judul yang berbau kontroversi apalagi yang berbau porno bisa saja hanya merupakan trik untuk menarik begitu banyak pengunjung. Makanya jangan terkecoh untuk secepatnya memberikan komentar tanpa membaca terlebih dahulu keseluruhan artikel yang dipublikasikan.
  4. Jangan hanya meninggalkan komentar pendek yang tidak bermutu seperti pertamax, nice info, artikel yang menarik, kunjungi link saya, dan sejenisnya. Komentar yang seperti ini menurut saya hanya mengharapkan kunjungan balik dan kebanyakan orang yang menuliskan komentar yang seperti ini menurut saya adalah mereka yang tidak membaca artikel yang dipublikasikan atau para penganut fast reading.
  5. Sebisa mungkin tinggalkan komentar bermutu/positif apalagi untuk blog yang pertama kali anda kunjungi/komentari. Komentar yang kita tinggalkan pada setiap blog yang kita kunjungi bisa meningkatkan branding kita dimata blogger lain apalagi jika blog tersebut baru pertama kali kita kunjungi dan komentari. Jika komentar yang kita tinggalkan berhasil mencuri hati sang empunya blog maupun blogger lain yang berkomentar disitu bisa-bisa kita mendapatkan banyak pengunjung dari komentar yang kita tinggalkan. Bandingkan jika komentar yang kita tinggalkan hanya tulisan pertamax, nice info, dan sejenisnya maka saya yakin ngga banyak orang yang tertarik berkunjung ke blog kita
  6. Jangan menulis komentar yang negatif. Kalau blog yang anda kunjungi ternyata kurang berkenan menurut pandangan anda seperti blog yang hanya mengandalkan AGC (auto generated content) untuk mendapatkan traffic atau mungkin anda tida setuju dengan kontent ditemui , maka jangan meninggalakan komentar yang berusaha menyerang/memojokkan narablog. Kalaupun ada saran sebaiknya disampaikan dengan lebih elegant dan ada baiknya saran/kritikan yang bersifat membangun disampaikan lewat kontak form sehingga narablog akan merasa lebih dihargai. Ingat bahwa salah satu tujuan kita ngeblog adalah mencari teman/relasi bukannya membangun permusuhan.

Itulah penjelasan singkat dari saya mengenai enam etika menulis komentar. Mungkin ada tambahan dari anda bro? Enjoy blogging, cita waya esa

Advertisement

15 Responses to “Penjelasan Mengenai Enam Etika Menulis Komentar”

  1. 18/05/2011 at 22:14 #

    Bener mas, saya setuju banget tuh.
    Kalau bisa ditiap komentar emang jangan ada link2 tambahan šŸ˜€
    Oh..ya, saya juga paling gak suka kalo komennya hanya berupa ucapan “pertamax gan, mampir gan, dll”.
    Jadi mohon maaf kalo komen seperti itu terpaksa saya hapus šŸ˜€
    *kejamnya diriku šŸ˜†

    • 19/05/2011 at 14:23 #

      Kejam euyy… Tapi menurut saya hal itu merupakan hak bro zippy sebagai pemilik kekuasaan tertinggi di narzis.net

  2. 18/05/2011 at 23:22 #

    Wuih, kumplit sekali bro šŸ˜€
    Ya, seyogyanya setiap narablog punya aturan sendiri bagi yg ingin berkomentar, dan tentu saja tiap narablog seleranya beda2. Yang perlu diingat, kita jangan malah mempersulit, siapa tahu yg berkomentar itu belum terbiasa/baru kenal dan sebagainya.

    Sip bro *tos* šŸ˜€

  3. 19/05/2011 at 11:34 #

    Sedikit tambahan saja, poin mengenai IP addrees pengomentar yang bisa dilacak itu sebenarnya akan sangat tidak akurat (karena IP address yang beredar di internet umumnya bersifat DINAMIS).

    Artinya, satu IP address bisa digunakan secara bergantian oleh banyak pengguna Internet, terutama oleh personal (non perusahaan atau bukan organisasi). Ketika kita melakukan diconnect, maka IP yang sebelumnya kita gunakan bisa digunakan oleh pengguna lain yang online setelah kita.

    Jadi, IP address menurut saya kurang layak atau kurang bisa dipertanggung jawabkan untuk menebak identitas sang pengomentar yang hanya meninggalkan nama anonim atau nama samaran. Khawatirnya nanti kita jadi salah sangka atau salah tebak, cuma karena IP yang digunakannya sama, padahal orangnya berbeda.

    • 19/05/2011 at 12:55 #

      tambahan yang bagus Mas Is šŸ™‚

    • 19/05/2011 at 14:27 #

      Tambahan yang bagus bro… Thanks

  4. 19/05/2011 at 22:09 #

    Wah makin di perjelas bro.
    Bagus-bagus, jadi komentator di sini ga bisa seenaknya sendiri.
    Saya suka dan setuju dengan enam etika di atas, akan saya jadikan panduan saya selama berkomentar šŸ˜€
    Makasih bro.

  5. hanif mahaldy
    21/05/2011 at 19:12 #

    hehe, sudah dilakukan semua kok, jujur kontes SEO apapun tidak menarik bagi saya, jadi ya soal nama itu malah buat branding, dipake SEO jujur saya rasa akan menurunkan derajat namanya sendiri. Karena komentarnya tidak ikhlas.

    • 21/05/2011 at 21:10 #

      Kalau bro hanif sih merupakan salah satu komentator di blog ini :thumbup

  6. ajurNA
    21/05/2011 at 20:06 #

    Setuju sangat sob. berkomentar bukan hanya menyapa tapi menanggapi. dan juga identitas juga sangatlah penting. walaupun bukan nama sebenarnya tapi nama samaran yang biasa dipakai (nama gaul) juga gak apa-apa, yang penting tidak gonta ganti nama samaran.

    • 21/05/2011 at 21:08 #

      Tambahan yang bagus bro (tidak gonta ganti nama)

  7. 26/05/2011 at 13:20 #

    terimakasih infonya kawan, ini sangat membantu untuk improvisasai ngeblog via hp, dan tak lupa juga meninggalkan footnote… šŸ˜€

    • 27/05/2011 at 20:52 #

      Salut bro, ternyata bro udin ada teman blogger yang ngeblog lewat HP…

  8. 12/06/2011 at 23:01 #

    Udin ? Bung udienroy kah maksudnya ?

Trackbacks/Pingbacks

  1. Seberapa Penting Kotak Komentar Dalam Blog Anda? | BLOG UNTUK PERUBAHAN - 22/06/2011

    […] Si pemilik blog biasa mengnjungi blog orang lain dan meninggalkan komentar yang tidak bagus,menghina,mengundang perselisihan,SARA dan hal-hal keburukan sehingga si pemilik blog takut atas balasan komentar dalam blog yang di kelolannya.Bila ini yang menjadi alasan komentar harus melalui moderasi berarti si pemilik blog yang seperti ini tidak baik untuk di jadikan contoh.Kebebasan dalam dunia blogging memang ada tapi bukan berarti kebebasan yang mengakibatkan keburukan.Etika berkomentar pun juga harus kita ketahui.Anda bisa menyimak tulisan Bro Eser dalam blognya yang berjudul Enam etika menulis komentar di sini. […]

Leave a Comment

3+2