Kesetiaan Mbah Maridjan Sang Juru Kunci

Jika saat ini saya bertanya kepada anda apa yang anda ketahui tentang Yogyakarta maka umumnya jawaban yang akan anda berikan adalah, kerajaan, pantai selatan, merapi dan yang tidak ketinggalan adalah sosok Mbah Maridjan.

Nama Mbah Maridjan saat ini sedang menjadi topik pembicaraan diberbagai media baik cetak maupun elektronik. Pro dan kontra bermunculan atas sikap dari sang juru kunci yang setia bertahan dirumahnya walaupun bahaya sudah mengancam beliau.

Terlepas dari pro dan kontra yang di bahas oleh berbagai media cetak, elektronik maupun oleh beberapa blogger, ada satu perilaku yang bisa kita contohi dari Mas Penewu Surakso Hargo atau yang dikenal dengan Mbah Maridjan.  Apa itu? Kesetiaan

mbah maridjan dan gunung merapi Kesetiaan Mbah Maridjan Sang Juru Kunci

Mbah Maridjan Juru Kunci Gunung Merapi
Tugas yang dipercayakan oleh Sultan Hamengkubuwono sebagai juru kunci gunung merapi dijalankan Mbah Maridjan dengan sunggu-sungguh

Ngemeng-ngemeng soal kesetiaan, bagi saya pribadi mbah maridjan ngga ada tandingannya. Sebelum kita lanjut ngga ada baiknya kita kenal dahulu pribdai beliau. Biodata singkat beliau saya ambil dari wikipedia.org

Raden Ngabehi Surakso Hargo atau lebih dikenal dengan sebutan Mbah Maridjan (nama asli: Mas Penewu Surakso Hargo; lahir di Dukuh Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, 1927; meninggal di Sleman, Yogyakarta, 26 Oktober 2010 umur 83 tahun) adalah seorang juru kunci gunung Merapi. Amanah sebagai juru kunci ini diperoleh dari Sri Sultan Hamengkubuwana IX.  Ia mulai menjabat sebagai wakil juru kunci pada tahun 1970. Jabatan sebagai juru kunci lalu ia sandang sejak tahun 1982.

Kalo bro ingin mengetahui lebih jauh tentang beliau mungkin bro bisa googling. Namun jika bro belum juga merasa puas, bro bisa langsung berkunjung ke Desa Umbulharjo Yogyakarta. Saya yakin disana bro akan mendapatkan infomasi yang lebih detail tentang Mbah Maridjan.

Kembali ke laptop,,, Kesetiaan seorang Mbah Maridjan perlu ditiru oleh kita semua. Sebagai seorang pelajar, kita harus setia dalam menuntut ilmu, sebagai seorang yang sudah bekerja kita harus setia kepada atasan kita, sebagai seorang suami/istri kita harus setia terhadap pasangan kita.

Untuk blogger? Tentunya kita harus setia mengurus blog yang sudah kita buat. Kembali lagi pada artikel saya yang lalu, Apa Tujuan Anda Membuat Blog? Ada yang mengatakan saya membuat blog cuma sekedar iktu-ikutan, atau juga ada yang mengatakan cuma sebagai tempat curhat, atau yang lebih narsis lagi biar orang menganggap kita hebat karena sudah mempunyai website atau blog pribadi sehingga kita bisa pamer. Apapun tujuan anda membuat blog, anda harus setia mengurus blog yang telah anda buat.

Mungkin ini terdengar begitu ekstrim bro, namun begitulah kenyataannya. Ngapain kita sibuk-sibuk membuat blog apalagi sampai membeli domain name dan menyewa hosting kalau kita tidak serius untuk ngeblog? Lebih baik kita santai aja di rumah, nongkrong, shopping, dll.

Sebagai seorang blogger, kesetiaan Mbah Maridjan dapat kita tiru dengan mengimplementasikannya dalam aktifitas blogging kita yakni :

  1. Setia untuk melakukan posting pada blog kita (ini yang sedang saya berusaha tekuni)
  2. Setia mengunjungi rekan-rekan blogger yang sudah rela menyisikan waktu dengan berkunjung ke blog kita (jangan cuma mau mendapat kunjungan terus ngga mau mampir ke blog mereka
  3. Setia membaca masukan maupun kritik yang disampaikan oleh pengunjung lewat kotak komentar (Jangan hanya mau membaca dan menanggapi pujian yang diberikan pengunjung)
  4. Setia membeli pulsa atau membayar iuran tagihan telkom, rt/rw net atau apapun itu yang ada hubungannya dengan koneksi internet (Jangan cuma ingin terima hak tapi tidak mau memberikan kewajiban)

Bagaimana dengan anda bro, apakah anda setia mengurus blog anda? Jika anda belum setia mengurus blog anda, mungkin ada baiknya anda berkunjung ke Desa Umbulharjo, siapa tahu kesetiaan yang di tunjukkan oleh Mbah Maridjan bisa tertular kepada anda hingga anda bisa lebih serius mengurus blog anda.

Selamat Jalan Mbah Maridjan, kesetiaan dalam menjalankan tugas yang telah anda tunjukkan kepada kami akan terus kami ingat sehingga kami bisa setia terhadap apa yang sedang kami kerjakan.

Advertisement

40 Responses to “Kesetiaan Mbah Maridjan Sang Juru Kunci”

  1. ph-internet
    29/10/2010 at 12:47 #

    Aku hanya bisa mengatakan semoga arwahnya mbah Maridjan di terima di sisi allah SWT dan di ampuni segala dosanya.

    • 29/10/2010 at 14:16 #

      Amin… Makasih atas kunjungannya ya bro, :shakehand2

  2. TuSuda
    29/10/2010 at 14:40 #

    Oke, siap selalu setia ngurus ngeblognya..mohon koreksinya ya…

    • 30/10/2010 at 06:57 #

      Saya juga masih belajar untuk setia mengurus blog ini bro

  3. Erdien | Ceritaku Suka-Suka
    29/10/2010 at 15:50 #

    > Semoga pengabdian Mbah Maridjan menjadi sesuatu yang berharga di sisi Tuhan dan mengantarkannya ke tempat bahagia
    >Semoga kesetiaan Mbah Maridjan dijadikan telada oleh parapemimpin bangsa untuk setia pada sumpah dan janjinya dalam mengabdikan jiwanya bagi kepentingan negara
    > Bisa aza nih nyambungin kesetiaan Mba Maridjan ama bloging :2thumbup

    • 30/10/2010 at 07:06 #

      Untuk poin kedua sepertinya kita tidak bisa berharap banyak bro,, sumpah dan janji menjadi nomor dua yang menjadi nomor satu yakni pencitraan diri dari pemimpin….
      Soal urusan sambung menyambung saya belajar sama para senior blogger. Mereka selalu menghubungkan sesuatu dengan blogging, makanya kali ini saya coba mencontek ide mereka,, lain kali juga mungkin… :ngakak

  4. Jamie
    30/10/2010 at 07:50 #

    semoga beliau mendapat tempat yang terbaik di sisi-Nya

    • 30/10/2010 at 10:09 #

      dan semoga keluarga yang ditinggalkan di beri kekuatan menghadapi cobaan ini

  5. Agung Online
    30/10/2010 at 09:08 #

    Untuk mbah Maridjan, semoga di terima disisi Allah SWT. Amin

    Mengenai kesetian dalam blogging. Jika gairah (passion) sudah muncul bukan lagi sebuah kesetian, tapi sudah sesuatu yang menyenangkan. Pastinya poin-poin diatas mengikuti.

    Intinya temukan passion dulu, dalam hal apa saja kita kita mampu menulis sesuatu yang menyenangkan diri kita.

    • 30/10/2010 at 10:08 #

      Akhirnya dapat pencerahan juga… makasih bro

  6. 30/10/2010 at 01:55 #

    Sebuah pelajaran yang bisa kita jadikan contoh keteladanan…
    untuk blogging memang butuh eksistensi…., semoga kita tetep jadi bagian dari itu

    • 30/10/2010 at 07:08 #

      Bener bro, semoga kita selalu bisa eksis sehingga bisa memberikan warna tersendiri terhadap dunia blogging Indonesia :shakehand2

  7. 30/10/2010 at 04:04 #

    Semoga segala amal baiknya mendapatkan Balasan pahala dari Allah SWT.
    :2thumbup :2thumbup :2thumbup

    • 30/10/2010 at 07:11 #

      Dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan untuk menghadapi cobaan ini….

  8. julicavero
    30/10/2010 at 15:03 #

    keknya sangat susah mengganti mbah maridjan ini, saya sendiri merasa tidak mampu sob 🙁

    • 31/10/2010 at 00:05 #

      Coba dulu bro, siapa tahu nanti mendapat mandat dari SHB…
      Sebagai blogger setidaknya kita bisa setia mengurus blog kita aja bro?

  9. Rudy Azhar
    30/10/2010 at 16:51 #

    Saya sering bertanya-tanya dalam hati – Apa sebuah gunung memerlukan juru kunci? –

    • 31/10/2010 at 00:07 #

      Kalau didaerah saya, gunung-gunung tidak ada juru kuncinya. Juru kunci mungkin merupakan adat dari Yogyakarta bro..

    • 31/10/2010 at 03:21 #

      Saya juga heran akan hal itu mas namun begitulah ada disana. Masih ada kepercayaan bahwa gunung ada pintu menuju ke dunia lain (jadi serem nih). :takut

      • 31/10/2010 at 10:33 #

        Namun itu yang menjadi salah satu keunikan Yogyakarta bro, adat istiadat disana masi terjaga dengan baik… Saya baru tahu nih kalo ternyata Gunung mempunyai pintu kedunia lain,…. Seperti pintu ajaib milik doraemon ya?

        • 01/11/2010 at 15:43 #

          Iya saya baru sekali ke Jogja sempat foto sama penjaga Keraton disitu, orangnya sangat mengikuti adat banget. Malam hari saya lewat disitu waktu Study Tour penjaga Keraton pada pulang dengan nyeker wkwkwkwk.

          Salut. Kalo soal Doraemon saya tanya kakak saya yang sering nonton dulu ya. Wkwkwkwwk

          • 01/11/2010 at 23:07 #

            huwkwkwk, kakaknya ternyata yg senang nonton doraemon, kirain bro yg nnton…

  10. 30/10/2010 at 12:27 #

    Turut berduka cita juga. :berduka

  11. dHaNy
    31/10/2010 at 01:52 #

    Sesuatu yang baik pasti mendapatkan yang baik juga, semoga mbah Maridjan mendapatkan kebaikan itu.. Dan kita juga mendapatkan kebaikan dalam blogging ini.. Amien..
    :thumbup

    • 31/10/2010 at 03:02 #

      Amin….. Semangat euyyyy :toast

  12. Mac Wallpaper
    31/10/2010 at 06:23 #

    turut berduka cita dan semoga bencana segera berakhir

    • 31/10/2010 at 10:34 #

      Ia nih, bencana di Negara kita seperti rentetan peluru yang ditembakan oleh M16… ngga ada henti :shakehand2 nya

  13. 31/10/2010 at 17:19 #

    Semoga arwah mbah Maridjan diterima di sisi-Nya. Bencana ini merupakan kesedihan bagi seluruh bangsa Indonesia.

    • 01/11/2010 at 06:27 #

      Dan marilah kita lebih bijak melihat keadaan disekitar kita…. Bisa saja kan bencana yang terjadi karena ulah kita manusia yang tidak menjaga lingkungan disekitar kita…
      :shakehand2

  14. 31/10/2010 at 19:31 #

    Sejauh ini saya selalu berusaha menulis/mengupdate blog jika memang ada waktu luang dan juga tidak ada masalah pada koneksi internet. Nah, yang jadi penghalang terbesar biasanya ketika koneksi internet saya mengalami gangguan/masalah. Seperti 2 minggu terakhir ini.

    • 01/11/2010 at 06:24 #

      Kalau saya yang menjadi kendala untuk bisa OL yakni jaringan di daerah saya yang lambatnya minta ampun…. Sepertinya kita mempunyai masalah yang sama bro. Untuk 2 minggu terakhir ini lambatnya minta ampun, bahkan untuk sekedar blogging saya harus memakai 2 modem, 1 GSM, 1 CDMA.. Bahkan untuk GSM sendiri saya menggunakan 2 bua kartu, dan rencananya sebentar lagi akan menggunakan kartu yang ketiga… Ngga ada bagus-bagusnya koneksi didaerah saya…

  15. Zico Alviandri
    02/11/2010 at 01:46 #

    Waa… Bisa ya dihubungin dengan dunia blogger. Baru kali ini saya nemuin tulisan yang menghubungkan kesetiaan mbah Maridjan dengan blogger. Sebelumnya gak kepikiran 😀

    Salut 🙂

    • 02/11/2010 at 02:51 #

      Ah biasa aja bro,,, blogger lain banyak kok yang menghubungkan cerita dari sekitar mereka dengan blogging… :shakehand2

  16. ajundi14
    03/11/2010 at 08:26 #

    kesetiaan yang luar biasa menurut saya. semoga penggantinya juga memiliki semangat yang tidak kalah ya bro. tentang kesetiaan sebagai seorang blogger, saya masih jauh dari kata setia bro. agak sedih sih.

    • 03/11/2010 at 09:35 #

      Sama bro, saya juga masih belajar untuk setia…. soalnya udah dua kli gagal membina hubungan dengan yang namanya blog… Makanya saya tak ingin jatuh untuk yang ketiga kalinya :ngakak :ngakak

  17. 03/11/2010 at 09:52 #

    Iya sih bro terlalu setia beliau tuh, sampai gak mau turun. Istilahnya setia sampai ajal menjemput. Tapi hmm gak tau ya salah or gak, harusnya beliau turun sih terus bisa bawa/ajak warga sekitar untuk turun juga, ngungsi, menyelamatkan diri 😀

    Semoga beliau dan para korban di terima di sisi Nya, amin..

    • 03/11/2010 at 15:36 #

      Benar atau salah saya juga ngga bisa kasih koment bro. Yang hanya saya mau tanggapi tentang kesetiaan mbah maridjan dalam menjalankan tugas yang dipercayakan…. :cendol

  18. totoxx jah mbejujaxx
    18/02/2012 at 15:28 #

    ines mbah??????????

  19. Domain murah
    16/09/2014 at 19:03 #

    Terima kasih atas infonya

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ada Apa Dengan Negeri Ini? | Belajar Blog | Tips | Informasi | Bisnis - 03/11/2010

    […] di beberapa wilayah Indonesia, gunung merapi yang menelan warga dan salah satu tokoh masyarakat mbah Maridjan sampai dengan Tsunami yang melanda di […]

Leave a Comment

3+2