Cerita Cinta Dari Sidoarjo

Dua minggu sudah kopdar blogger nusantara telah berakhir, akan tetapi cerita cinta dari sidoarjo saat mengikuti acara yang diselenggarakan di Sun City Convention Hall masih saja terus teringat sampai saat ini. Cerita cinta tersebut diawali ketika saya tiba di bandara juanda surabaya. Bagaikan orang yang berada di dunia anta berantah yang tersesat tak tahu kemana.

Hal ini terjadi dikarenakan ulah operator dari salah satu operator sellular ternama yang saya gunakan (walaupun banyak juga pelanggan yang komplain dengan pelayanan mereka). Begitu tiba di bandara juanda ternyata kedua nomor yang saya gunakan tidak ada signalnya padahal sewaktu akan takeoff dari Manado, bekal saya untuk berada di lokasi pertemuan kopdar blogger nusanatara hanya satu yakni nomor telepon bang Gempur dan panitia penjemput. Untung saja setelah satu jam mondar mandir di bandara juanda seperti pedagang keliling sambil diikuti oleh bapak-bapak yang menawarkan jasa taxi, sayapun bertemu dengan tim penjemput (yang kelihatan malu-malu mengangkat selembar kertas bertuliskan blogger nusantara) walaupun keberadaan mereka di bandara untuk menjemput peserta yang berasal dari Medan.

Malamnya setelah selesai bersih-bersih acara jalan-jalanpun dilakukan sambil mencari nomor baru. Dan sebagai seorang turis lokal maka sayapun menikmati keindahan malam kota Sidoarjo. Dari lapangan tennis indoor yang dijadikan ke lokasi “kemah” para blogger sayapun berjalan hingga ke Mall Ramayana sambil mencari konter yang menjual nomor gsm. Dari giant mall hingga mall ramayana saya tidak menemukan konter yang menjual kartu perdana. Untungnya dalam perjalanan pulang saya melihat sebuah konter kecil yang menjual berbagai kartu perdana baik gsm maupun cdma. Inilah kebahagiaan yang kedua di hari pertama saya berada di sidoarjo kota yang lebih dikenal dengan lumpur lapindo.

Sambil berjalan-jalan menikmati keindahan malam saya bertemu dengan beberapa warga yang saya ajak berbicara (mungkin lebih tepatnya saya tanya dimana tempat jual perdana). Dari sini saya melihat betapa ramahnya masyarakat yang berada di Sidoarjo. Bahkan ada seorang bapak pedagang yang sudi menolong saya untuk membelikan nomor perdana yang jaraknya lumayan jauh dari tempat dagangannya (namun saya tolak karena saya lihat bapak tersebut sibuk dengan warung makannya). Hampir disetiap akhir pembicaraan dengan masyarakat sebuah kata “ngge” (benar ngga ya???) terucap dari mulut mereka.

Walaupun saya tidak mengerti dengan jelas apa arti kata tersebut namun saya yakin kata tersebut merupakan sebuah kata yang bermakna positif karena beberapa warga yang saya ajak berbicara mengucapkan kata tersebut sambil membungkukkan badannya. Hal lain yang saya senangi dari masyarakat disini (mungkin masyarakat jawa pada umumnya) karena kebanyakan dari mereka masih menggunakan bahasa dari daerah mereka untuk bercakap-cakap. Sebuah budaya lokal yang hampir mustahil ditemukan di daerah perkotaan yang ada di Manado. Di daerah tempat saya tinggal, sudah sangat jarang saya mendengar ada masyarakat yang berdialog dengan menggunakan bahasa daerah. Maka saya tidak akan heran jika suatu saat nanti budaya tradisional yang ada di daerah saya akan hilang diterjang arus moderenisasi.

By the way in the bus way posting saya ini ternyata sudah mulai panjang karena sudah hampir genap lima ratus kata. Dan sebagai seorang blogger yang termasuk kategori malas membaca tulisan yang terlalu panjang maka sayapun tidak ingin membuat tulisan yang panjang untuk disajikan dimeja makan eserzone.com untuk disantap oleh sobat blogger yang sudah bersedia mampir disini. To be continued Cerita Cinta Dari Sidoarjo Part 2

Advertisement

14 Responses to “Cerita Cinta Dari Sidoarjo”

  1. 11/11/2011 at 00:38 #

    karena tll cintanya dengan sidoarjo dan blogger nusantara mpe salah lihat tgl keberangkatan pesawat mas hehehe

    • 11/11/2011 at 23:24 #

      saya ngga lihat tiket bro, soalnya begitu ke konter LION langsung disuruh cekin saat itu juga karena pesawat sebentar lagi berangkat… Namun begitu cek,,,,,!!!!!! :malu2

  2. Kaget
    11/11/2011 at 01:24 #

    Wah cerita cinta dibalik kopdar.
    Sayang, saya ngga pernah ikutan kopdar, jadi ngga punya cerita cinta menarik 🙁

    • 11/11/2011 at 23:25 #

      gabung dengan komunitas blogger dong bro biar bisa juga punya cerita cinta

  3. dhenycahyoe
    11/11/2011 at 03:19 #

    wah seru tuh bro, saya belum pernah ikut kopdar kaya gini, padahal Sidoarjo dekat dari kota saya tinggal, sekitar 1 jam perjalanan kearah Banyuwangi, kata “engge” itu kalau di jawa artinya “Iya” bro 😀

    • 11/11/2011 at 23:26 #

      Ohhh,,, baru tahu saya bro… engge!!!!

  4. jual Breket Box
    11/11/2011 at 16:24 #

    sayang sekali saya tidak bisa hadir, pasti seru sekali dan banyak ilmu yang didapat

    • 11/11/2011 at 23:27 #

      selain ilmu tentu saja ada rasa senang bisa ketemu dengan sobat blogger lainnya yang sebelumnya hanya sempat bertatap lewat layar monitor dan berjabat dengan ketikan keyboard

  5. arkhananta
    11/11/2011 at 17:49 #

    di tunggu cerita selanjutnya bro…

  6. 13/11/2011 at 00:51 #

    silaturahmi dengan bnyak blogger nih bro.

  7. 13/11/2011 at 08:44 #

    wah…, kemarin kita gak sempat “ketemu: ya mas 🙁

    • 13/11/2011 at 19:59 #

      Ia ya, mungkin kopdar berikutnya bro kita bisa ketemu

  8. Obat Herbal Kanker Kelenjar Getah Bening
    01/03/2012 at 10:44 #

    artikel yg menarik gan

  9. 07/07/2015 at 01:31 #

    Tulisan yang sangat menarik Cerita Cinta Dari Sidoarjo

Leave a Comment

3+2